Rabu, 19 Agustus 2015

Bimbingan dan Konseling dalam Pendidikan Islam


BIMBINGAN DAN KONSELING DALAM PENDIDIKAN ISLAM



Disusun dan Diajukan Guna Memenuhi Tugas Terstruktur
Mata Kuliah: Kapita Selekta Pendidikan Islam
Dosen Pengampu: Drs.Ahsan Hasbullah,M.Pd


Disusun Oleh:
           
Ambar Rizkina             102331095
Nurrohman                 102331100
Matahari Pramudya   102331106
Yulia Uyun                   102331123
Oom Kumalasari         102331127
Siti Ma’rifatul             102331134
Siti Kholisoh                 102331136



4 PAI 3



SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI

PURWOKERTO

2011

BAB I
PENDAHULUAN

Tujuan pendidikan mensyaratkan perkembangan kemampuan siswa secara optimal, dengan kemampuan untuk berekreasi, mandiri, bertanggung jawab dan dapat memecahkan masalah yang dihadapi.
Sebagai individu, siswa memiliki berbagai potensi yang dapat dikembangkan.  Kenyataan yang dihadapi, tidak semua siswa menyadari potensi yang dimiliki untuk kemudian memahami dan mengembangkannya.  Disisi lain sebagai individu yang berinteraksi dengan lingkungan, siswa juga tidak dapat lepas dari masalah. Menyadari hal di atas siswa perlu bantuan dan bimbingan orang lain agar dapat berindak dengan tepat sesuai dengan potensi yang ada pada dirinya. Sekolah sebagai institusi pendidikan tidak hanya berfungsi memberikan pengetahuan tetapi juga mengembangkan kesluruhan kepribadian anak. Sebagai profesional guru memegang peran penting dalam membantu murid mengembangkan seluruh aspek kepribadian dan lingkungannya.




BAB II
PEMBAHASAN

A.    Pengertian Bimbingan dan Konseling
Pengetahuan Bimbingan dan Konseling sangat diperlukan oleh staf pengajar (guru) untuk menunjang keberhasilan progam pendidikan di sekolah-sekolah di semua jenjang pendidikan. Maka perlu di pahami apa pengertian Bimbingan dan konseling tersebut:
Bimbingan berasal dari kata “guidance” yang berarti pimpinan, arahan, pedoman, dan petunjuk. Kata “guidance” berasal dari kata “to guide” yang berarti menuntun, mempedomani, menjadi petunjuk jalan, mengemudikan. Pengertian bimbingan secara luas ialah suatu proses pemberian bantuan secara terus menerus dan sistematis kepada individu dalam memecahkan masalah yang dihadapinya, agar tercapai kemampuan untuk memahami dirinya, menerima dirinya, merealisasikan dirinya sesuai dengan potensi dan kemampuannya dalam mencapai penyesuaian diri dengan lingkungan, baik keluarga, sekolah, maupun masyarakat.
Konseling dalam bahasa Inggris “Counseling” dikaitkan dengan kata “counsel” yang diartikan:
1. Nasehat (to obtain counsel);
2. Anjuran (to give counsel);
3. Pembicaraan (to take counsel).
Dengan demikian konseling diartikan sebagai pemberian nasehat, anjuran dan pembicaraan dengan bertukar pikiran.
Beberapa Pengertian Bimbingan secara terminologi diantaranya:[1]
Seperti yag dikutip oleh Drs.Dewa ketut Jukardi, MBA,MM dalam bukunya bimbingan dan konseling di sekolah, Pengertian bimbingan adalah sebagai berikut:
1.      Berdasarkan pasal 27 peraturan pemerinah Nomor 29/90 , “Bimbingan merupakan bantuan yang diberikan pada siswa dalam rangka upaya menemukan pribadi, mengenal lingkungan, dan merencanakan masa depan” (Depdikbud,1994)
2.      Bimbingan merupakan suatu proses pemberian bantuan kepada individu yang dilakukan secara berkesinambungan supaya individu tersebut dapat memahami dirinya sendiri, sehingga ia sanggup mengarahkan dirinya dan dapat bertindak secara wajar, sesuai dengan tuntutan keadaan sekolah, keluarga, masyarakat dan kehidupan pada umumnya (Rohman Natawidjaja,1987:31)
3.      Bimbingan merupakan bantuan yang diberikan kepada seseorang (individu)/sekelompok orang agar mereka itu dapat berkembang menjadi prbadi-pribadi yang mandiri. (Prayitno,1983:2)
4.      Dengan membandingkan pengertian tentang bimbingan yang telah dikemukakan diatas, maka dapat disimpulkan bahwa: “Bimbingan adalah proses pemberian  bantuan kepada seseorang/sekelompok orang secara terus menerus dan sistematis oleh guru pembimbing agar individu/sekelompok individu menjadi pribadi yang mandiri”.
Beberapa Pengertian Konseling secara terdiantaranya:[2]
Konseling sebagai terjemah dari “Counseling” merupakan sebagian dari bimbingan , baik sebagai layanan maupun teknik;
1.      Counseling is a most important tool of guaidance (Ruth Strang,1958). (konseling merupakan inti dari alat yang paling penting dalam bimbingan).
2.      Konseling adalah pertemuan 4 mata antara konselor dan klien yang berisi usaha yang laras, unik, dan human (manusiawi), yang dilakukan dalam suasana keahlian yang didasarkan atas norma-norma yang berlaku.
3.      Edwin C. Elwis (1970) mengemukakan bahwa konseling adalah suatu proses dimana orang yang bermasalah dibantu secara pribadi untuk merasa dan berperilaku yang lebih memuaskan melalui interaksi dengan seseorang yang tidak terlibat (konselor) yang menyediakan informasi dan reaksi yang merangsang klien untuk  mengembangkan  perilaku yang memungkinkannya berhubungan secara efektif dengan dirinya dan lingkungannya.
4.      Menurut Williamson, konseling diartikan sebagai suatu proses personalisasi dan individualisasi untuk membantu seseorang dalam mempelajari mata pelajaran di sekolah. Ciri-ciri perilaku sebagai warga negara dan nilai-nilai pribadi dan sosial serta kebiasaan dan semua kebiasaan lainnya, mempelajari keterampilan (skill), sikap dan kepercayaan yang dapat membantu dirinya selaku makhluk yang dapat menyesuaikan diri secara normal.
      Sedangkan definisi bimbingan dan konseling dalam pendidikan Islam ialah suatu aktifitas memberikan bimbingan, pengajaran, dan pedoman kepada peserta didik yang dapat mengembangkan potensi akal pikiran, kejiwaan, keimanan dan keyakinannya serta dapat menanggulangi problematika dalam keluarga, sekolah dan masyarakat dengan baik dan benar secara mandiri berdasarkan Al-Qur'an dan Al-Hadis. Dengan menggunakan teknik-teknik tertentu baik yang bersifat lahir ataupun batin yang dilakukan oleh guru BK/BP dalam lingkungan sekolah/madrasah. [3]

B.     Problem-Problem Pendidikan
Problem-problem dalam pendidikan antara lain:
a.       Individu tidak terampil mengerjakan sesuatu yang seharusnya bisa dilakukannya setelah mempelajarinya.
b.      Individu tidak juga bisa memahami pokok bahasan (materi pelajaran) meski telah dicoba mempelajarinya sekuat tenaga.
c.       Individu segan atau malas untuk mempelajari bahan pelajaran tertentu.
d.      Individu sulit menyelesaikan tugas-tugas sekolah karena di rumah terlampau banyak pekerjaan yang juga harus di selesaikan.

e.       Individu berkali-kali gagal menguasai bahan pelajaran yang harus dipelajarinya sesuai dengan target yang seharusnya.

C.     Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pendidikan
1.      Faktor dari dalam diri individu yang belajar
a.       Kecerdasan, yaitu kemampuan untuk memahami dan menghadapi situasi dan kondisi sekitar dengan cepat.
b.      Bakat, yaitu potensi atau kemampuan terpendam yang sangat menonjol di dalam bidang tertentu.
c.       Minat, yaitu kemauan, kehendak atau hasrat yang kuat terhadap sesuatu.
d.      Perhatian, yaitu dorongan untuk mencurahkan daya kemampuan pengamatan (dengan panca indera terhadap sesuatu).
e.       Keadaan mental (psikis), yakni keadaan senang, sedih, gembira, duka, gelisah, dan sebagainya.
f.       Keadaan fisik, yakni fisik dalam keadaan sehat atau sakit.

2.      Faktor dari luar individu yang belajar
a. Bahan / materi yang di pelajari.
b. Situasi dan kondisi fisik.
c. Situasi dan kondisi lingkungan.
d. Sistem pendidikan / pengajaran.

D.    Definisi Konseling dalam Islam[4]
Seperti yang dikutip oleh Dasim,dkk (Dalam bukuya Muhammad Arifin “Teori-teori Konseling Agama dan Ilmu” Jakarta:2003.hal.95-96).
Definisi Konseling dalam pendidikan Islam adalah suatu aktivitas memberikan bimbingan, pengajaran dan pedoman kepada anak didik yang  mengembangkan potensi akal pikirannya, kejiwaannya, keimanan dan keyakinannya serta dapat menanggulangi problematika di sekolah/madrasah dan keluarga dengan baik dan benar secara mandiri dan berparadigma kepada al-Quran dan As-Sunnah Rasulullah SAW serta aturan-aturan sekolah.

E.     Ruang Lingkup[5]
Ruang lingkup Bimbingan dan Konseling
1.      Bimbingan dan konseling di bidang vokasional (vocational Guidance and Counseling) yaitu bimbingan dan penyuluhan yang berhubungan dengan masalah jabatan atau pekerjaan yang perlu di pilih oleh murid sesuai dengan bakat dan kemampuan masing-masing untuk masa sekarang dan yang akan datang.
2.      Bimbingsn dan konseling dalam bidang kependidikan (Educational Guidance and Counseling) yaitu pemberian bimbingan yang menyangkut tentang pengambilan keputusan mengenai lapangan studi yang akan di pilih
3.      Bimbingan dan konseling dalam kehidupan keagamaan (Religious Counseling) bertujuan untuk membantu pemecehan problema perseorangan dengan melalui keimanan menurut agamanya.
4.      Bimbingan dan Konseling di bidang pribadi-sosial
a.       Pemantapan sikap dan kebiasaan serta pengembagan wawasan dalam beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa
b.      Pemantapan pemahaman tentang kekuatan diri dan pengembangannya untuk kegiatan-kegiatan yang kreatif dan produktif
c.       Pemantapan pemahaman tentang kelemahan diri dan usaha pengulangannya
d.      Pemantapan kemampuan mengambil keputusan.
5.      Bimbingan dan Konseling di bidang bimbingan belajar
a.       Pemantapan sikap dan kebiasaan belajar yang efektif dan efisien serta produktif, baik dlam mencari informasi dari berbagai sumber belajar.
b.      Pemantapan sistem belajar dan berlatihbai secara mandiri maupun berkelompok
c.       Pemantapan penguasaan materi progam belajar di sekolah sesuai dengan perkembangan ilmu, teknologi dan kesenian
d.      Orientasi belajar di Perguruan Tinggi.

F.     Tujuan Bimbingan dan Konseling
a.       Tujuan Umum[6]
Tujuan umum dari layanan bimbingan dan konseling adalah sesuai dengan tujuan pendidikan , yaitu terwujudnya manusia indonesia seutuhnya yang cerdas, yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur, memiliki pengetahuan dan keterampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap dan mandiri, serta rasa tanggungjawab kemasyarakatan dan kebangsaan.
Sejalan dengan perkembangannya, konsepsi bimbingan dan konseling maka tampaklah beberapa tujuan umum dar bimbingan konseling, yaitu:[7]
1.      Untuk membantu individu memperkembangkan diri secara optimal sesuai dengan tahap perkembangan yang dimilikinya.
2.      Membantu individu untuk menjadi insan yang berguna dalam kehidupannya.
3.      Membantu individu untuk menjadi insan yang mandiri.
4.      Memperkuat  fungsi-fungsi pendidikan.
b.      Tujuan Khusus
Secara Khusus layanan bimbingan dan konseling bertujuan untuk membantu siswa agar dapat mencapai tujuan-tujuan perkembngan yang meliputi beberapa aspek, yaitu:
1.      Aspek pribadi sosial
Dalam aspek tugas perembangan pribadi –sosial, layanan bimbingan konseling membantu siswa agar:
a.       Memiliki kesaaran diri
b.      Dapat mengembangkan sikap positif
c.       Membuat pilihan secara sehat
d.      Mampu menghargai oranglain
e.       Memiliki rasa tanggungjawab
f.       Dapat menyelesaikn konflik
2.      Aspek Tugas perkembangan belajar
Dalam aspek ini, layanan bimbingan knseling membantu siswa agar:
a.       Dapat melaksanakan ketrampilan atau teknik belajar secra efektif
b.      Dapat menetapkan tujuan dan perencaaan pendidikan
c.       Mampu belajar secara efektif
3.      Aspek Tugas perkembangan karier
Dalam aspek perkembangan karier, layanan bimbingn dan konseling membantu siswa agar:
a.       Mampu membentuk identitas karier
b.      Mampu merencanakan masa depan
c.       Mengenal ketrampilan, kemampuan, dan minat.

G.    Fungsi Bimbingan dan Konseling[8]
Fungsi bimbingan dan konseling dapat digolongkan menjadi tiga fungsi yaitu:
1.      Remedial / Rehabilitatif
Peranan remedial berfokus pada masalah:
a. Penyesuaian diri;
b. Menyembuhkan masalah psikologis yang dihadapi;
c. Mengembalikan kesehatan mental dan mengatasi gangguan emosional.
2.       Fungsi Edukatif / Pengembangan
Fungsi ini berfokus kepada masalah:
a. Membantu meningkatkan keterampilan-keterampilan dalam kehidupan;
b. Mengidentifikasi dan memecahkan masalah-masalah hidup;
c. Membantu meningkatkan kemampuan menghadapi transisi dalam kehidupan;
d. Untuk keperluan jangka pendek, konseling membantu individu-individu menjelaskan nilai-nilai, menjadi lebih tegas, mengendalikan kecemasan, meningkatkan keterampilan komunikasi antar pribadi, memutuskan arah hidup, menghadapi kesepian dan semacamnya.
3.      Fungsi Preventif dan Kuratif (Pencegahan dan Penyembuhan)
Fungsi ini membantu individu agar dapat berupaya aktif untuk melakukan pencegahan sebelum mengalami masalah-masalah kejiwaan karena kurangnya perhatian, dan melakukan penyembuhan bila terjadi sakit kejiwaannya. Upaya preventif dan kuratif meliputi pengembangan strategi dan program yang dapat digunakan untuk mencoba mengatasi resiko-resiko hidup yang tidak perlu terjadi.
4.      Fungsi Pemahaman
Yaitu fungsi bimbingan dan konseling membantu klien agar memiliki pemahaman terhadap diri.
5.      Fungsi Penyaluran
Yaitu fungsi bimbingan dan konseling dalam membantu klien memilih kegiatan ekstrakurikuler, jurusan atau program studi dan memantapkan penguasaan karir atau jabatan yang sesuai dengan minat, bakat, keahlian, dan cirri-ciri kepribadian lainnya.
6.    Fungsi Adaptasi
Yaitu fungsi membantu para pelaksana pendidikan, kepala sekolah dan staf, konselor dan guru untuk menyesuaikan program pendidikan terhadap latar belakang pendidikan, minat, kemampuan dan kebutuhan klien.
7.     Fungsi Penyesuaian
Yaitu fungsi bimbingan dan konseling dalam membantu klien agar dapat menyesuaikan diri dengan diri dan lingkungannya secara dinamis dan konstruktif.
8.    Fungsi Perbaikan
Yaitu fungsi bimbingan dan konselinguntuk membantu klien sehingga dapat memperbaikikekeliruan dalam berfikir, berperasaan dan bertindak (berkehendak).
9.    Fungsi Fasilitasi
Yaitu memberikan kemudahan kepada klien dalam mencapai pertumbuhan dan perkembangan yang optimal, serasi, selaras dan seimbang seluruh aspek dalam diri konseli.
10.   Fungsi Pemeliharaan
Yaitu fungsi bimbingan dan konselinguntuk membantu klien supaya dapat menjaga diri dan mempertahankan situasi kondusif yang telahtercipta dalam dirinya.
Fungsi utama bimbingan dan konseling dalam Islam yang hubungannya dengan kejiwaan tidak dapat terpisahkan dengan masalah spiritual (keyakinan). Islam memberikan bimbingan kepada manusia agar kembali kepada Al-Qur’an dan As-Sunnah. Fungsi bimbingan dan konseling di sini memberikan bimbingan kepada penyembuhan terhadap ganggauan mental berupa sikap dan cara berpikir yang salah dalam menghadapi problem individu setelah individu dapat kembali dalam kondisi yang bersih dan dapat membedakan mana yang baik dan buruk, mana yang bermanfaat dan tidak bermanfaat, mana yang baik bagi dirinya dan orang lain atau sebaliknya barulah dikembangkan ke arah pengembangan dan pendidikan bagi mereka. Fokus bimbingan dan konseling Islam selain memberikan perbaikan dan penyembuhan pada tahap mental, spiritual atau kejiwaan, dan emosional, kemudian melanjutkan materi bimbingan dan konseling kepada pendidikan dan pengembangan dengan menanamkan nilai-nilai dan wahyu sebagai pedoman hidup.

H.  Teknik-Teknik Konseling Dalam Islam[9]
1.  Teknik yang bersifat lahir
Teknik yang bersifat lahir ini menggunakan alat yang dapat di lihat, di dengar atau dirasakan oleh klien (anak didik)yaitu dengan
menggunakan tangan atau lisan antara lain:
a)      Dengan menggunakan kekuatan, power dan otoritas
b)      Keinginan, kesungguhan dan usaha yang keras
c)      Sentuhan tangan (terhadap klien yang mengalami stres dengan memijit bagian kepala,   leher dan pundak)
d)     Nasehat, wejangan, himbauan dan ajakan yang baik dan benar. Maksudnya dalam    konseling, konselor lebih banyak menggunakan lisan yang berupa pertanyaan yang harus dijawab oleh klien dengan baik, jujur dan benar. Agar konselor bisa mendapatkan jawaban     dan pernyataan yang jujur dan terbuka dari klien, maka kalimat yang dilontarkan konselor  harus mudah dipahami, sopan dan tidak menyinggung perasaan atau melukai hati klien.   Demikian pula ketika memberikan nasehat hendaklah dilakukan denagn kalimat yang indah, bersahabat, menenangkan dan menyenangkan.
e) Membacakan do’a atau berdo’a dengan menggunakan lisan
f) Sesuatu yang dekat dengan lisan yakni dengan air liur hembusan     (tiupan)
  2.  Teknik yang Bersifat Batin
Yaitu teknik yng hanya dilakukan dalam hati dengan do’a dan harapan namun tidak usaha dan   upaya yang keras secara konkrit, seperti dengan menggunakan potensi tangan dan lisan. Oleh karena itulah Rosululloh bersabda “bahwa melakukan perbuatan dan perubahan dalam hati saja merupakan selemah-lemahnya iman”.
Teknik konseling yang ideal adalah dengan kekuatan, keinginan dan usaha yang keras dan sungguh-sungguh dan diwujudkan dengan nyata melalui perbuatan, baik dengan tangan, maupun sikap yang lain. Tujuan utamanya adalah membimbing dan mengantarkan individu (anak didik) kepada perbaikan dan perkembangan eksistensi diri dan kehidupannya baik dengan Tuhannya, diri sendiri, lingkungan keluarga, lingkungan pendidikan dan lingkungan masyarakat.[10]












BAB III
KESIMPULAN

Bimbingan dan konseling merupakan proses yang berkesinambungan dalam membantu individu agar dapat mengarahkan dan mengembangkan dirinya secara optimal sesuai kemampuannya dan agar individu memahami diri dan menyesuaikan dengan lingkungannya. Di sekolah, bimbingan dan konseling secara tidak langsung menunjang tujuan pendidikan dengan menangani masalah dan memberikan layanan secara khusus pada siswa, agar siswa dapat mengembangkan dirinya secara penuh.
Tujuan bimbingan di sekolah ialah membantu siswa dalam mengatasi kesulitan belajar. Megatasi kebiasaan yang tidak baik dalam belajar dan hubungan sosial. Mengatasi kebiasaan yang tidak baik dalam belajar dan hubungan sosial, mengatasi kesulitan dengan kesehatan jasmani, masalah kelanjutan studi, kesulitan yang berhubungan dengan perencanaan dan pemilihan pekerjaan.
















DAFTAR PUSTAKA

Sukardi,Dewa ketut.2008.Bimbingan dan konseling di sekolah.Jakarta:Rineka cipta

Arifin,Muhammad.2003.Teori-teori konseling agama dan ilmu.Jakarta:Golden Tryon Press

Adz-Dzaki,Hamdani Bakran.2002.Konseling dan psikoterapi islam.Yogyakarta:Fajar pustaka Baru

http//mabadik.wordpress.com/2010/07/08/Bimbingan dan konseling dalam pendidikan islam

Febrini,Deni.2011.Bimbingan konseling.Yogyakarta:Teras

Priyatno.1999.Dasar-dasar bimbingan dan konseling.Jakarta:Rineka cipta

http//antoniyuzar.wordpress.com/2010/05/13/Bimbingan dan konseling/















[1] Drs.dewa Ketut sukardi,Bimbingan dan konseling di sekolah.(Jakarta:PT.Rineka cipta,2000) hal.36-37
[2] Ibid.
[3] http://antoniyuzar.wordpress.com/2010/05/13/bimbingan-dan-konseling/

[4] Muhammad arifin,Teori-teori agama dan ilmu,Jakarta:Golden tryon press,2003 hal 95-96
[5] Drs.dewa ketut sukardi,bimbingan konseing di sekolah,Jakarta:PT.Rineka cipta,2000, hal 37-42
[6] Ibid.hal 28
[7] Priyatno,Dasar-dasar bimbingan da konseling,Jakarta:Rineka cipta.1999,hal 114
[8] Deni febrini,Bimbingan konseling,Yogyakarta:Teras,2011,hal 14-17
[9] Drs.H.M.Hamdani Bakran Adz.Dzaki,Konseling dan psikoterapiislam,Jakarata:fajar pustaka buru,2002,hal 206-207
[10] http//mabadik.wordpress.com/2010/07/08/Bimbingan dan konseling dalam pendidikan islam

Tidak ada komentar:

Posting Komentar