Rabu, 19 Agustus 2015

Sistem dan Metode Pendidikan Islam


x

Description: https://mail.google.com/mail/u/0/images/cleardot.gif
Description: https://mail.google.com/mail/u/0/images/cleardot.gif
Description: https://mail.google.com/mail/u/0/images/cleardot.gif
Description: https://mail.google.com/mail/u/0/images/cleardot.gif




 SISITEM DAN METODE PENDIDIKAN ISLAM




  





Disusun Guna Memenuhi Tugas Terstruktur.

Dosen Pengampu:
Drs. Ahsan Hasbullaoh, M. Pd
(Kapita Selekta Pendidikan Islam)

Oleh:

Eka Safitri                   092332056
Primayanti                   102331099
Afidatun K                 102331104
Satria Wilopo              102331120
Rossy Sari H               102331125
M Syamsu                   102331129




SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI
PURWOKERTO
2011



 A.   Pendahuluan
Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk menciptakan suasana belajar dan proses pembelajaran agar siswa secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat bangsa dan negara.
Definisi Pendidikan dalam Pandangan Islam
Dalam Islam, istilah pendidikan diyakini berasal dari bahasa Arab yaitu tarbiyah yang berbeda dengan kata ta’lîm yang berarti pengajaran atau teaching dalam bahasa Inggris. Kedua istilah (tarbiyah dan ta’lîm) berbeda pula dengan istilah ta’dzîb yang berarti pembentukan tindakan atau tatakrama yang sasarannya manusia[1]. Walaupun belum ada kesepakatan di antara para ahli, dalam kajian ini yang dimaksud pendidikan Islam adalah al-tarbiyah,



B.   Isi Pembahasan
1.     sistem  Pembelajaran
Istilah sistem berasal dari bahasa Yunani “sistema” yang artinya: suatu keseluruhan yang tersusun dari banyak bagian (whole compounded of several parts). Di antara bagian-bagian itu terdapat hubungan yang berlangsung secara teratur. Definisi sistem yang lain dikemukakan Anas Sudjana yang mengutip pendapat Johnson, Kost dan Rosenzweg sebagai berikut “Suatu sistem adalah suatu kebulatan/keseluruhan yang kompleks atau terorganisir; suatu himpunan atau perpaduan hal-hal atau bagian-bagian yang membentuk suatu kebulatan/keseluruhan yang kompleks.”[2] Sedangkan Campbel menyatakan bahwa sistem itu merupakan himpunan komponen atau bagian yang saling berkaitan yang bersama-sama berfungsi untuk mencapai suatu tujuan.
Metode pendidikan islam merupakan suatu metode yang khas dan tersendiri, baik dari segi alat-alat maupun dari segi tujuanya dengan suatu bentuk yang nyata dan menarik perhatian, serta membangkitkan minat untuk meneliti sumber ideologinya yang khas dalam perjalanan sejarah.
2. Metode
          Metode pendidikan islam adalah prosedur umum dalam penyampaian materi untuk mencapai tujuan pendidikan yang didasarkan atas asumsi tertentu tentang hakikat islam sebagai supra sistem[3].
M. athiyah al-abrasy mengartikan metode sebagai jalan yang dilaluiuntuk memperoleh pemahaman peserta didik. Sementara Abdul azizi mengartikan metode sebagai cara-cara memperoleh informasi, pengetahuan, pandangan, kebiasaan berfikir, serta cinta kepada ilmu, guru, dan sekolah. Metode diperlukan untuk mengatur pembelajaran dari persiapan sampai evaluasi.[4]
            Istilah sering sekali disamakan dengan istilah pendekatan,strategi dan teknik sehingga dalampenggunaanya sering saling bergantian yang pada intinya suatu cara untuk mencapai tujuan pendidikan yang ditetapkan atau cara yang cepat dan tepat untuk meraih tujuan pendidikan sesuai dengan kebutuhan peserta didik.
Isitilah pendekantan bersifat aksiomatis yang menyatakan pendirian, filsafat, dan keyakinan, walaupun hal itu tidak mesti dapat dibuktikan. Ia terkait dengan serangkaian asumsi mengenai hakikat pembelajaran[5].Pendekatan merupakan kerangka filosofis dan  teoritis yang menjadi dasar pijak bagi cara yang ditempuh seseorang untuk mencapai tujuan.. contohnya pendekatan humanisme, leberalisme, behaviorisme, dan pendekatan kognitivisme.
Contoh metode pendidikan agama islam:
a.       Metode pidato,(khotbah) efektif bila pendidik terampil menyampaikan
b.      Metode tanya jawab, yang meliputi masalah-masalah kehidupan peserta didik yang perlu jawaban sesuai dengan ajaran islam
c.       Metode diskusi,diarahkan pemantapan pengertian peserta didik pembentukan sikap hidup keagamaan
d.      Metode komparatif, membandingkan ajaran islam dengan filsafat/ajaran agama lain secara ilmiah
e.       Metode client-centereand therapist, pendekatan terhadap kesukaran peserta didik dalam berbagai bidang kehidupana; seksualitas, ekonomi, sosial, ilmu pengetahuan, kesenian, kebudayaan, keagamaaan serta kejiwaan
f.       Metode reinforcement, terhadap penerapanajaran-ajaran islam dikalangan mereka, baik dalam sekolah atau diluar sekolah
g.      Metode-metode lain yang berupa dramatisasi dalam bidang-bidang ajaran islam yang mungkin dan sebagainya. Seperti metode: proyek,eksperimen, pemberian tugas dan resitasi, menggambar, latihan, numberhead,dll
Dan dapat menggunakan metode diskusi, seminar, memecahkan masalah hidup dan yang paling penting adalah macam-macam metode tersebut diatas sangat bergantung pada faktor pendidik dalam hal; professionalisme, teknis, keasyarakatan, sehingga pendidik aka terlihat lebih dari pendidik, pengajar, tetapi juga sebagai pembawa norma, psycoteraphy yang harus mengadakan komunikasi secara erat dengan peserta didik[6]
Dasar-dasar penggunaan metode pendidikan islam yang penting untuk diperhatikan adalah dasar agamis, biologis, dan psikologis yang meliputi;
a.       Tujuan pendidikan dan pembelajaran, yang akan disampaikan , yang mencakup domain kognitif, afektif, dan psikomotorik guna mendapatkan kesejahteraan dan kebahagiaan kehidupan dunia-akhirat
b.      Peserta didik sebagai manusia yang memiliki potensi dan sekaligus kelemahan individual dan kolektif sesuai dengan kondisi fisik, psikis, dan usianya. Kompleksitas bakat dan minat masing-masing peserta didik harus dilihat dan diperlakukan secara humanis dengan cara yang bijak.
c.       Situasi dan kondisi lingkungan pembelajaran, baik dari aspek fisik, materil, sosial, dan psikis emosional
d.      Fasilitas dan media pembelajaran yang tersedia beserta kualtasnya
e.       Kompetensi pendidik baik professional, pedagogis, sosial, maupun kepribadianya.
Denganpertimbangan lima dasar diatas maka metode dan teknik pelaksanaan pembelajaran menjadi fleksibel, relatif, dan tentatif.

3. Teknik
          Teknik secara bahasa cara atau kepandaian membuat dan melakukan sesuatu. [7] sedangkan secara terminologis, teknik dapat didefinisikan cara  yang lebih khusus atau spesifik yang digunakan oleh pendidik untuk mengajar(atau menguji) suatu kemahiran atau aspek dalam wujud aktivitas, strategi, atau taktik, dan bahan atau alat yang terkait denganya. Teknik lebih bersifat implematif yang merupakan kegiatan spesifik yang sesungguhnya didalam kelas. Teknik harus konsisiten dengan metode dan tidak bertentangan dengan pendekatan[8]. Tenik merupakam operasional yang diterapkan oleh pendidik dalam proses pembelajaran, misalkan pembelajaran aktif dan teknik problem solving, demonstrasi, dll.
          Contoh beberapa teknik pendidikan:
a.       Teknik melalui teladan; teknik dengan”mengarang  “yang membutuhkan ketelitian, keberanian dan pendekatan yang menyeluruh.
b.      Teknik melalui nasihat;”psycoteraphy” atau sering berkomunikasi
c.       Tenik melalui cerita; imajinasi, dongeng,
d.      Teknik menggunakan kebiasaan” sering mengerjakan soal”
e.       Teknik menyalurkan kekuatan” ngobati kerasukan”
f.       Teknik mengisi kekosonganharus hiperaktif”
g.      Teknik pendidikan melalui peristiwa[9]

4. Prinsip Metode PendidikaIslam
          Pada dasarnya tidak ada perbedaan yang signifikan antara metode(termasuk juga strategi dan teknik) dalam pendidikan islam dengan metode dalam pendidikan lain. Jika diperhatikan, perbedaanya hanya terletak pada nilai spiritual dan mental yang menyertainya pada saat metode tersebut dilaksanakan dan dipraktikan. Prinsip metode pendidikan islam yang mengandung unsur-unsur pembeda adalah:
Prinsip metode pendidikan islam;
1.      Niat dan orientasi dalam pendidikan agama islam, yakni untuk mendekatkan hubungan antara manusia dan tAllah dan sesama makhluk.
2.      Keterpaduan(integrative, tauhid), dalam pendidikan islam ada kesatuan antara iman-ilmu-amal, iman-islam-ihsan.
3.      Bertumpu pada kebenaramateri yang disampaikan harus benar, disampaikan dengan cara yang benar, dan dengan dasar niat yang benar.
4.      Kejujuran dan amanahbrbagai metode yang dipakai dalam pendidikan islam harus memegang teguh prinsip kejujuran(akademik) kebohongan dan dusta dalam bentuk apaun tidak bisa dibenarkan.
5.      Keteladanan, dalam pendidikan islam ada kesatuan antara iman-ilmu-amal pendidik dituntuk menjadi teladan bagi peserta didiknya.
6.      Berdasar pada nilai, metode pendidikan islam  teap pada nilai etika-moral.
7.      Sesuai dengan usia dan kemampuan akal, pendidikan hendaknya diberikan kepada peserta didik setelah mereka berusia minimal tujuh tahun[10]
8.      Sesuai dengan kebutuhan peserta didik, bukan hanya untuk memenuhi keinginan pendidik, apalagi untuk proyek semata.
9.      Mengambil pelajaran pada setiap kasusu atau kejadian, yang menyenagkan atau menyedihkan. Mengambil pelajaran dimulai dengan pikiran positif dan menerima perjalanan hidup dengan tidak berlebihan dalam menyikapinya.
Proorsional dalam memberikan janji, yang menggembirakan dan ancaman untuk mendidik kedisiplinan, proporsional karena harus disesuaikan dengan situasi dan kondisi peserta didik.


5. Fungsi Pendidikan Islam
Pembahasan tentang pendidikan agama memang bisa jadi sangat luas, akan tetapi bisa diperinci menjadi beberapa bagian sesuai dengan aspek-aspek yang ada.. Dalam membahas fungsi pendidikan agama Islam, kita patut mengungkapkan uraian-uraian yang terkandung dalam kurikulum pendidikan agama Islam, karena pada dasarnya, disanalah tertuang fungsi-fungsi pendidikan tersebut.
Fungsi tersebut adalah garis-garis besar penjabaran dari fungsi pendidikan agama Islam. Adapun fungsi tersebut diantaranya adalah sebagai berikut:

a.       Fungsi Pengembangan, yaitu meningkatkan keimanan dan ketaqwaan peserta didik kepada Allah SWT. yang telah ditanamkan dalam lingkungan keluarga. Pada dasarnya dan pertama – tama kewajiban menanamkan keimanan dan ketaqwaan dilakukan oleh setiap orang tua dalam keluarga. Sekolah berfungsi untuk menumbuh kembangkan lebih lanjut dalam diri anak melalui bimbingan, pengajaran dan pelatihan agar keimanan dan ketaqwaan tersebut dapat berkembang secara optimal sesuai dengan tingkat perkembangannya.kitab-kitab adalah salah satu pendukung dalam penjabaran fungsi pendidikan agama
b.      Fungsi Penanaman nilai sebagai pedoman hidup untuk mencari kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat.
c.       Fungsi Penyesuaian mental, yaitu untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya baik lingkungan fisik maupun lingkungan sosial dan dapat mengubah lingkungannya sesuai dengan ajaran agama Islam.
d.      Fungsi Perbaikan, yaitu untuk memperbaiki kesalahan-kesalahan, kekurangan-kekurangan dan kelemahan-kelemahan peserta didik dalam keyakinan, pemahaman dan pengalaman ajaran dalam kehidupan sehari-hari.
e.       Fungsi Pencegahan, yaitu untuk menangkal hal-hal negatif dari lingkungannya atau dari budaya lain yang dapat membahayakan dirinya dan menghambat perkembangannya menuju manusia seutuhnya.
f.       Fungsi Pengajaran tentang ilmu pengetahuan keagamaan secara umum (alam nyata dan nir-nyata), sistem dan fungsionalnya.
g.      Fungsi Penyaluran, yaitu untuk menyalurkan anak-anak yang memiliki bakat khusus di bidang agama Islam agar bakat tersebut dapat berkembang secara optimal sehingga dapat dimanfaatkan untuk dirinya sendiri dan bagi orang lain.
dikemukakan oleh Yusuf Amir Faisal, tujuan pendidikan Islam pada hakekatnya sama dengan tujuan diturunkannya agama Islam yaitu untuk membentuk manusia yang bertakwa (muttaqîn)
Selanjutnya Faisal merinci manusia yang bertakwa itu adalah yang:
1)Dapat melaksanakan ibadah mahdah dan ghair mahdah,
2)Membentuk warga Negara yang bertanggungjawab kepada masyarakatnya, bangsanya, dalam rangka bertanggung jawab kepada Allah.
3)Membentuk dan mengembangkan tenaga profesional yang siap dan terampil untuk memasuki teknostruktur masyarakatnya.
4) Mengembangkan tenaga ahli di bidang ilmu agama Islam.


C.   Penutup
Kesimpulan
Dari pemaparan diatas dapat kita tarik kesimpulan bahwa pendidikan Islam berarti usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan sarana belajar dan proses pembelajaran agar siswa secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat dan negara sesuai dengan ajaran Islam. Rumusan ini sesuai dengan pendapat Endang Saefudin Anshari yang dikutip Azra bahwa pendidikan Islam adalah proses bimbingan oleh pendidik terhadap perkembangan fisik dan psikis siswa dengan bahan-bahan materi tertentu dengan metoda tertentu dan dengan alat perlengkapan yang ada ke arah terciptanya pribadi tertentu sesuai dengan ajaran Islam
Berdasarkan uraian di atas, yang dimaksud sistem pendidikan adalah sistem pendidikan Islam yaitu suatu kesatuan komponen yang terdiri dari unsur-unsur pendidikan yang bekerja sama untuk mencapai tujuan sesuai dengan ajaran Islam


DAFTAR PUSTAKA\
Rusli Karim, Pendidikan Islam antara Fakta dan Cita (Yogyakarta:Tiara Wacana,1991
Anas Sudjana, Pengantar Administrasi Pendidikan Sebagai suatu Sistem (Bandung: Rosda Karya, 1997), Abdul Mujib dan yusuf Mudzakkir, ilmu pendidikan islam,

Dr. Moh. Rokib,ilmu pendidikan islam,(yogya:2009),

Muljanto Sumardi, Pengajaran Bahasa Asing: Sebuah Tinjauan Metodologi,(jakat=rta:bulan bintang,1974),
Prof. H Muzayyin Arifin,

W.J.S. Poerwadarminta, kamus umum bahasa indonesia

Muljanto sumardi, pengajaran...

Muh. Quthb diterjemahkan Drs. Salman Harun,Sistem Pendidikan Islam,(bandung;percetakan offset),

Asma Hasan Fahmi, Sejarah dan filsafat




[1] Rusli Karim, Pendidikan Islam antara Fakta dan Cita (Yogyakarta:Tiara Wacana,1991), h. 67
[2] Anas Sudjana, Pengantar Administrasi Pendidikan Sebagai suatu Sistem (Bandung: Rosda Karya, 1997), h. 21-26
[3] Abdul Mujib dan yusuf Mudzakkir, ilmu pendidikan islam, hlm 165
[4] Dr. Moh. Rokib,ilmu pendidikan islam,(yogya:2009),hlm.90
[5] Muljanto Sumardi, Pengajaran Bahasa Asing: Sebuah Tinjauan Metodologi,(jakat=rta:bulan bintang,1974), hlm.11
[6] Prof. H Muzayyin Arifin, ibid, hlm 200-201
[7] W.J.S. Poerwadarminta, kamus umum bahasa indonesia, hlm. 1035
[8] Muljanto sumardi, pengajaran...hlm. 13
[9] Muh. Quthb diterjemahkan Drs. Salman Harun,Sistem Pendidikan Islam,(bandung;percetakan offset), hlm324
[10] Asma Hasan Fahmi, Sejarah dan filsafat, hlm. 119



...


Iklan – Untuk apa iklan ini?





Tidak ada komentar:

Posting Komentar