Rabu, 19 Agustus 2015

Teori Kognitif


TEORI KOGNITIF


Disusun Guna Memenuhi Tugas
Mata Kuliah : Psikologi Pendidikan
Dosen Pengampu : Nur Azizah





Disusun oleh:
EKA SAFITRI
NIM. 092332056
TAR.VPBA2






SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI (STAIN)
 PURWOKERTO
2011
                                                          TEORI KOGNITIF
Teori Kognitif menekankan pada pikiran sadar mereka. Teori ini berdasarkan pada asumsi bahwa kemampuan kognitif merupakan sesuatu yang fundamental dan yang membimbing tingkah laku anak. Sebagai seorang individu, maka haruslah secara aktif membangun sendiri pengetahuan mereka tentang dunia. Teori kognitif didasarkan atas dua teori yaitu teori Perkembangan kognitif Peaget dan Teori Pemrosesan Informasi.
A.    Teori Kognitif Piaget
Piaget menjelaskan bagaimana anak beradaptasi dengan dan mengintegrasikan objek dan
kejadian-kejadian disekitar. Piaget memandang bahwa anak memainkan peran aktif di dalam menyusun pengetahuannya mengenai realitas.
Tahap- Tahap Perkembangan Kognitif Piaget
Tahap
Usia/Tahun
Gambaran
Sensorimotor
0 – 2
Bayi bergerak dari tindakan refleks instingtif pada saat lahir sampai permulaan pemikiran simbolis. Bayi membangun suatu pemahaman dunia melalui pengkoordinasian pengalaman – pengalaman sensor dengan tindakan fisik.
Peraperasional
2 - 7
Anak mulai mempresentasikan dunia dengan kata-kata dan gambar – gambar. Kata-kata dan gambar ini adanya peningkatan pemikiran simbolis dan melampaui hubungan informasi sensor dan tidak fisik. 
Concrete  Operational
7 - 11
Pada saat ini anak dapat brfikir secara logis mengeni peristiwa yang konkret dan mengklasifikasikan benda-benda ke dalam bentuk-bentuk yang berbeda.
Formal Operational
11 -15
Anak remaja berfikir dengan cara yang lebih abstrak dan logis. Pemikiran lebih idealistik.
SUMBER : Diadaptasi dan Santrock (1998)
Menurut teori tahapan Piaget, setiap individu akan melewati serangkaian perubahan kualitatif  yang bersifat invarian, selalu tetap, tidak melompat atau mundur. Piaget menggunakan istilah skema dan adaptasi, kedua komponen ini berarti bahwaa kognisi merupakan sistem yang selalu diorganisir dan diadaptasi, sehingga memungkinkan individu beradaptasi dengan lingkungannya.
Skema (struktur kognitif)  adalah proses atau cara mengorganisir dan merespon berbagai pemahaman. Skema juga merupakan suatu pola sistematis dari tindakan, perilaku, pikiran, dan strategi pemecahan masalah yang memberikan suatu kerangka. Pemikiran dalam menghadapi beragi tantangan dan jenis situasi.       
Adaptasi (struktur fungsional) adalah sebuah istilah yang digunakn Piaget untuk menunjukan pentingnya pola hubungan individu dengan lingkungannya dalam poses perkembangan kognitif.
Menurut Piaget adaptasi ini terdiri adari dua proses yang saling melengkapi, yaitu:
1.      Asimilasi
Asimilasi dari sudut biologi adalah integrasi antara elemen-elemen eksternal (dari luar) terhadap struktur yang sudah lengkap pada organisme. Asimilasi kognitif mencakup perubahan objek eksternal menjadi struktur pengetahuan internal (Learner & Hultsch,1983). Contohnya dapat kita lihat pada perilaku bayi menghisap semua objek ini memperlihatkan proses asimilasi.
2.      Akomodasi 
Akomodasi adalah menciptakan langkah baru atau memperbaharui istilah lama untuk menghadapi tantangan baru. Akomodasi kognitif  berarti mengubah struktur kognitif yang telah dimiliki sebelumya untuk disesuaikan dengan objek stimulus eksternal. Jadi, pada akomodasi terjadi perubahan pada subjeknya. Contoh pada seorang individu yang mengubah dirinya agar sesuai dengan dunia luar.


B.     Teori Pemrosesan Informasi
Information-processing theory merupakan teori alternative terhadap teori  kognitif piaget. Teori ini didasarkan atas tiga asumsi (Zigler & Stevenson,1993) yaitu:
 Petama, pikiran dipandang sebagai suatu penyimpanan dan pengembalian informasi. Kedua, individu-individu memproses informasi dari seorang informasi. Ketiga, terdapat keterbatasan pada kapasitas untuk memproses informasi dari seorang individu. Teori ini menekankan pada bagiimana individu memproses informasi tentang dunia mereka bagaimana informasi disimpan dan disebarkan dan bagaimana informasi diambil kembali untuk melaksanakan aktivitas-aktivitas yang kompleks, seperti memecahkan masalah dan berpikir.


Referensi
Desmita, 2010. Psikologi Perkembangan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya



















Tidak ada komentar:

Posting Komentar