Rabu, 19 Agustus 2015

Psikologi Agama


Pembahasan Al Quran Surat Al An’am Ayat 75-79

Makalah



Disusun Guna Memenuhi Tugas Akhir Semester
Mata Kuliah: Psikologi Agama
Dosen Pengampu : Sangidun





Disusun oleh :
EKA SAFITRI
NIM. 092332056
Tarbiyah/4 PBA 2



SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI (STAIN)
 PURWOKERTO
2010

1. Al Quran Surat Al An’nam ayat 75-79

šÏ9ºxx.ur ü̍çR zOŠÏdºtö/Î) |Nqä3n=tB ÏNºuq»yJ¡¡9$# ÇÚöF{$#ur tbqä3uÏ9ur z`ÏB tûüÏYÏ%qßJø9$# ÇÐÎÈ
$£Jn=sù £`y_ Ïmøn=tã ã@ø©9$# #uäu $Y6x.öqx. ( tA$s% #x»yd În1u ( !$£Jn=sù Ÿ@sùr& tA$s% Iw =Ïmé& šúüÎ=ÏùFy$# ÇÐÏÈ  
$£Jn=sù #uäu tyJs)ø9$# $ZîÎ$t/ tA$s% #x»yd În1u ( !$£Jn=sù Ÿ@sùr& tA$s% ûÈõs9 öN©9 ÎTÏöku În1u žúsðqà2V{ z`ÏB ÏQöqs)ø9$# tû,Îk!!$žÒ9$# ÇÐÐÈ   $£Jn=sù #uäu }§ôJ¤±9$# ZpxîÎ$t/ tA$s% #x»yd În1u !#x»yd çŽt9ò2r& ( !$£Jn=sù ôMn=sùr& tA$s% ÉQöqs)»tƒ ÎoTÎ) Öäü̍t/ $£JÏiB tbqä.ÎŽô³è@ ÇÐÑÈ   ÎoTÎ) àMôg§_ur }Îgô_ur Ï%©#Ï9 tsÜsù ÅVºuq»yJ¡¡9$# šßöF{$#ur $ZÿÏZym ( !$tBur O$tRr& šÆÏB šúüÏ.ÎŽô³ßJø9$# ÇÐÒÈ

2. Terjemahan Al Qur’an Surat Al An’am ayat 75-79
75. Dan Demikianlah Kami perlihatkan kepada Ibrahim tanda-tanda keagungan (kami yang terdapat) di langit dan bumi dan (kami memperlihatkannya) agar Dia Termasuk orang yang yakin.
76. Ketika malam telah gelap, Dia melihat sebuah bintang (lalu) Dia berkata: "Inilah Tuhanku", tetapi tatkala bintang itu tenggelam Dia berkata: "Saya tidak suka kepada yang tenggelam."
77. Kemudian tatkala Dia melihat bulan terbit Dia berkata: "Inilah Tuhanku". tetapi setelah bulan itu terbenam, Dia berkata: "Sesungguhnya jika Tuhanku tidak memberi petunjuk kepadaKu, pastilah aku Termasuk orang yang sesat."
78.  Kemudian tatkala ia melihat matahari terbit, Dia berkata: "Inilah Tuhanku, ini yang lebih besar". Maka tatkala matahari itu terbenam, Dia berkata: "Hai kaumku, Sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan.
79. Sesungguhnya aku menghadapkan diriku kepada Rabb yang menciptakan langit dan bumi, dengan cenderung kepada agama yang benar, dan aku bukanlah Termasuk orang-orang yang mempersekutukan tuhan.
3.  Tafsir menurut
75. Allah menampakkan keagungan ciptaanNya di langit dan di bumi, dan tata susunannya ataupun keindahan tata warnanya. Allah menampakkan kepada Ibrahim as. benda-benda langit yang beraneka ragam bentuk dan susunannya, beredar menurut kertentuannya masing-masing secara teratur. Bumi terdiri dari lapisan-lapisan yang banyak mengandung barang tambang dan perhiasan, sangat berguna bagi kepentingan manusia.
Allah juga menjelaskan pula maksud dan tujuan dari pengenalan Ibrahim as. terhadap keindahan ciptaannya itu yaitu agar Ibrahim as. benar-benar mengenal hokum alam yang berlaku terhadap ciptaanNya, dan kekuasaan Allah yang mengendalikan hokum-hukum itu, agar dapat dijadikan bukti-bukti dalam menghadapi orang-orang musyrikin yang sesat dan menjaxdi pegangan bagi dirinya agar termasuk orang-orang yang betul-betul meyakini keesaan Allah SWT.

76.  Allah menjelaskan proses pengenalan kepada Ibrahim as. secara terperinci. Mula pertama pengamatan Nabi Ibrahim as. terhadap bintang-bintang yaitu pada saat bintang Nampak bercahaya.dan pada saat bintang itu tidak bercahaya, dilihatnya sebuah bintang yang bercahaya paling terang.
Maka timbullah pertanyaan dalam hatinya. “Inikah Tuhanku? Pertanyaan ini adalah pengingkaran terhadap anggapan kaumnya, agar mereka tersentak untuk memperhatikan alasan – alasan yang akan dikemukakan.
Akan tetapi, setelah bintang itu tenggelam dan sirna dari pandangannya timbul keyakinan bahwa ia tidak senang kepada yang tenggelam dan menghilang, apalagi dianggap sebagai Tuhan.
Ini sebagai alasan nabi Ibrahim as. untuk mematahkan I’tikad kaumnya bahwa yang m,engalami perubahan itu tidak pantas dianggap sebagai Tuhan. Kesimpulan Ibrahim as itu merupakan kesimpulan dari jalan fikiran yang benar dan sesuai dengan fitrah. Dan siapa saja yanmg melakukan pengamatan serupa itu niscaya akan berkesimpulan yang sama.

77. Allah SWT juga menjelaskan pula pengamatan Nabi Ibrahin as terhadap benda langit yang lebih terang cahayanya dan yang lebih besar kelihatannya yaitu bulan.
Setelah Ibrahim as melihat bulan tersembul di balik cakrawala, dengan cahaya yang terang benderang ituvyang terlihat ketika terbit , timbullah kesan dalam hatinya, untuk mengatakan “Inikah gerangan Tuhanku?”Pertanyaan Ibrahim as serupa itu adalah pertanyaan yang tyimbul secara naluriyah seperti juga kesan yang di dapat oleh kaumnya sebenarnya badalah pertanyaan untuk mengingkari kesan pertama yang menipu pandangan mata itu dan untuk membantah keyakinan kaumnya  seperti kenyataanya dalam ayat yang lalu.. Pengulangan berita dengan memberikan kenyataan yang lebih tandas adalah untuk menguatkan pernyataan yang telah lalu. Kemudian setelah bulan itu terbenam dari ufuk dan lenyap dari pengamatan , diapun m,emberikan pertanyaan agar diketahui oleh orang-orang musyrikin yang berada di sekitarnya.
Ibrahim berkata : “ Sebenarnyalah jika Tuhan tidak memberikan daku petunjuk kepada jalan yang benar untuk mengetahui dan meyakini ke EsaanNya, niscaya aku masuk dalam golongan yang tersesat, yaitu orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dan tidak mengikuti petunjuk Tuhan, serta menyembah tuhan-tuhan  selain Allah. Mereka itu lebih senang menuriti hawa nafsunya daripada melakukan perbuatan yang diridhoi Allah. Sindiran ini adalah sindiran yang tandas bagi kaumnya yang tersesat dan sekaligus merupakan petunjuk bagi orang-orang yang berpegang kepada agama dan wahyu. Sindiran yang bertahap ini adalah sebagai sindiran yang menentukan untuk mematahkan pendapat[-pendapat kaumnya. Sindiran yang pertama lunak, kemudian diikuti dengan sindiran yang yang kedua tandas, adalah untuk menyanggah pikiran kaumnya secara halus agar mereka terbuka belenggu hatinya untuk memahami kebenaran yang sebenar-benarnya.

78.  Selain itu, Allah SWT mengisahkan sindirannya yang lebih tajam yaitu pengamatan Naboi Ibrahim as. terhadap matahari, benda langit yang paling cerah cahayanya ,menurur pandangan mata, yang merupakan rentetan ketiga dari pengamatan-pengamatan Ibrahim yang telah lalu, yaitu setelah Ibrahim as melihat matahari tersembul terbit diufuk diapun berkata : Yang terlihat sekarang inilah Tuhanku”. Inilah lebih besar daripada bintang-bintang dan bulan. Akan tetapi setelah matahari itu tenggelam dan sirna dari pandangan, beliaupun mengeluarkan peringatan : “Wahai kaumku, sebenarnya aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan.”
Sindiran ini adalah sindiran yang paling tajam untuk membungkamkan kaumnya agar  mereka tidak mengajukan alasan lagi buat mengingkari kebenaran yang dibawa Ibrahim as.

79.  Setelah Allah SWT mengisahkan kelepasan Nabi Ibrahim as dari kemusyrikan kaumnya, Allah mengisahkan pula kelanjutan daripada kelepasan itu dengan menggambarkan sikap Ibrahim as dan akidah tauhinya yang murni, yaitu Ibrahim as menghadapkan dirinya dalam ibadah-ibadahnya kepada Allah yang menciptakan langit dan bumi.
Dia pula yang menciptakan benda-benda langit yang terang benderang di angkasa raya dan menciptakan manusia seluruhnya, termasuk pemahat-pemahat patung yang beraneka ragam bentuknya.
Ibrahim as cenderung kepada agama tauhid dan menyatakan bahwa agama-agama lainnya adalah bantal, dia buklanlah termasuk golongan orang-orang yang musyrik. Dia seorang yang berserah diri kepada Allah SWT semata Firman Allah :
ô`tBur ß`|¡ômr& $YYƒÏŠ ô`£JÏiB zNn=ór& ¼çmygô_ur ¬! uqèdur Ö`Å¡øtèC yìt7¨?$#ur s'©#ÏB zOŠÏdºtö/Î) $ZÿÏZym 3 xsƒªB$#ur ª!$# zOŠÏdºtö/Î) WxŠÎ=yz ÇÊËÎÈ

Artinya : “ Dan siapakah yang lebih baik agamanya daripada orang yang ikhlas menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang diapun mengerjakan kebaikan dan ia mengikuti agama Ibrahim yang lurus.”(Qs An Nisa : 125)
Dan Firmannya:
`tBur öNÎ=ó¡ç ÿ¼çmygô_ur n<Î) «!$# uqèdur Ö`Å¡øtèC Ïs)sù y7|¡ôJtGó$# Íouröãèø9$$Î/ 4s+øOâqø9$# 3 n<Î)ur «!$# èpt7É)»tã ÍqãBW{$# ÇËËÈ  

22. dan Barangsiapa yang menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang Dia orang yang berbuat kebaikan, Maka Sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang kokoh. dan hanya kepada Allah-lah kesudahan segala urusan.

4. Kesimpulan
 1. Menyembah berhala atau patung bertentangan dengan pikiran yang benar dan menyimpang dari ajaran agama taukhid
2. Dengan melihat keindahan ciptaan Allah, manusia akan mendapatkan bukti ke EsaanNya
3. Benda-benda langit termasuk bintang-bintang itu bukanlah Tuhan akan tetapi makhluknya. Mka tidak pantaslah seorang mendewakan makhluk Allah yang tidak kekal damn mengalami peribahan.
4. Ibrahim as mengajak kaumnya untuk beragama taukhid, dengan cara-cara yang halus, diajaknya kaumnya untuk menggunakan fikiran memperhatikan keindahan cciptaan Allah agar terbuka fikirannya untuk mengakui keEsaan Allah
5. Ajaran nabi Ibrahim as kepada kaumnya untuk memperhatikan keindahan ciptaan Allah itu untuk membenarkan agama tauhid dan meninggalkan kemusyrikan
6. Nabi Ibrahim as. beragama tauhid menyerahkan diri kepada Allah semata dan membenci kemusyrikan.













Tidak ada komentar:

Posting Komentar